Real Madrid Sebagai Tim Terbaik FIFA 2018

Tim terbaik ajang FIFA 2018 telah dipublikasikan. Sebagaimana sama halnya pada tahun kemarin, Real Madrid lagi-lagi merupakan tim yang mendominasi starting eleven tersebut.
Terdapat empat pemain Madrid yang berhasil masuk ke dalam list FIFA FIFPro World XI 2018, yakni pemain Marcelo yang ada di posisi bek kiri, Sergio Ramos dan Raphael Varane yakni pemain bek tengah, dan juga terdapat gelandang. Walau pemain Cristiano Ronaldo masuk ke dalam pertandingan starting XI dengan penampilannya yang oke di Madrid, namun dirinya sekarang ini telah menjadi pemain Juventus.
Total dari pemain Madrid yang sudah bisa terpilih masuk tim ini berkurang satu dari musim kemarin yang menghuni di posisi ke lima pemain termasuk Toni Kroos yang menghuni di posisi yang digantikan Varane.
Sedangkan perolehan itu pada sektor kiper, David de Gea memiliki hak untuk itu. Dengan temasuk ke dalam list, De Gea ini bisa dikatakan sangat membuat kaget dengan Thibaut Courtois di acara FIFA Football Award ini memperoleh gelar kiper terbaik.
Satu slot yang sudah terlihat di lini belakang menjadi kepunyaan pemain bek Paris St-Germain dan Timnas Brasil Dani Alves. Pada posisi lini tengah terdapat pemain gelandang Prancis dan Chelsea, N’Golo Kante dann teman satu klubnya Eden Hazard.
Dua posisi lainnya di bagian lini serang menjadi kepunyaan stiker Prancis dan Paris St-Germain, Kylian Mbappe dan juga sang kapten Barcelona dan Tim Nasional Argentina Lionel Messi. Dan sangat disangka, Messi dan Ronaldo tak ikut bertanding sebab terdapat halangan untuk ikut hadir.
Penghargaan peraih FIFA FIFPro World XI dipastikan oleh para pemain sepakbola tersebut sendiri. Yang secara mekanismenya ialah lewat hitungan voting yang melibatkan lebih dari 26 ribu pemain sepakbola profesional. Dengan secara Masing-masing pemain sepakbola diminta memilih satu kiper, empat pemain belakang, tiga gelandang, serta stiker.

Pengincaran Thibaut Courtois Di Juara Liga Champions

Penjaga gawang Real Madrid Thibaut Courtois mengatakan jika dia mengincar agar dapat membawa kubunya memperoleh juara gelar Liga Champions keempat secara berturu-turut.
Courtois yang berlabuh ke Santiago Bernabeu yang diboyong dari klub Chelsea di musim panas tahun ini, yang tak lama ketika usai Zinedine Zidane membawa Los Blancos memperoleh gelar juara terbaik di ajang Eropa yang selama tiga tahun beruntun atau yang merupakan keempatnya pada lima tahun terakhir.
Real Madrid telah ditinggal pergi oleh pemain Zidane dan sang pemain bintang Cristiano Ronaldo, akan tetapi Courtois percaya jika skuadnya bakal dapat kembali bersaing pada perebutan gelar Liga Champions.
“Saya merasa amat senang, dan juga merasa sangat bangga. Pastinya, saya rasa ini ialah trofi yang oke yang dapat dimenangi sebagai sebuah penghargaan individual. Pastinya, penghargaan tim lebih penting, semacam meraih kejuaraan liga, dengan meraih Piala Eropa [Liga Champions], dan menjadi pengharagaan terbaik, namun memperoleh pengakuan untuk musim Anda juga kerap sangat baik,” kara Courtois.
“Saya rasa kami mempunyai sebuah tim yang hebat dan kami bakal melakukan upaya terbaik dalam memenangi title juara ini lagi.”
Courtois yang terpilih menjadi sang Kiper Terbaik Dunia FIFA 2018 pada sebuah acara pemberian penghargaan yang dilangsungkan di Royal Festival Hall, pada hari Selasa (25/9) dini hari WIB.
Courtois yang mengesampingkan Hugo Lloris dari Tottenham Hotspur dan Kasper Schmeichel dari Leicester City. Akan tetapi, pada daftar FIFProXI, tak terdapat nama dirinya. Posisinya malah dihuni oleh David De Gea dari Manchester United.

Kemenangan Beruntun Juventus Yang Harus Dibiasakan

Juventus telah mengawali ajang pertandingan Liga Italia dengan sangat mulus. Walau begitu, Massimiliano Allegri tidak ingin Juventus terdapat halangan sedikit pun.
Juventus yang menjadi satu-satunya tim di ajang Liga Italia pada musim ini yang masih tetap bertanding dengan sempurna. Bianconeri berhasil meraih seluruh kemenangan pada lima kompetisi yang telah mereka jalani.
Dengan perolehan sebanyak 15 poin, Juventus kini menghuni di posisi puncak klasemen sementara. Cristiano Ronaldo dengan rekan setim lainnya berhasil unggul sebanyak tiga poin dari Napoli yang menghuni di posisi kedua.
Pada Liga Italia pekan keenam yang bakal dilangsungkan pada pertengan pekan ini, Juventus bakal menjalani kompetisi dengan kontra Bologna di pertandingan yang dilangsungkan di Allianz Stadium, pada hari Kamis (27/9/2018) dini hari WIB. Allegri pun berkeinginan jika Juventus meneruskan masa kemenangannya, lebihnya lagi telah ditunggu oleh Napoli pada akhir pekan.
“Juventus mesti harus membiasakan diri dari raihan kemenangan secara beruntun,” papar Allegri pada pertemuan konferensi pers menjelang kompetisi dilangsungkan.
“Besok kami mesti bisa meraih kemenangan, sebab kami mesti berhadapan dengan Napoli terlebih dahulu dengan minimal bisa unggul tiga poin.”
“Kami yang akan kontra Bologna yang menyingkirkan Roma dan di kompetisi yang sebagaimana mereka justru kalah, dengan perolehan kerap 1-0. Mereka sempat bermain seri 0-0 dan pada kompetisi kontra Inter mereka dapat mengalami kekalahan dengan 3-0, namun kejebol pada menit-menit akhir,” lanjutnya.
“Mereka mengetahui bagaimana caranya untuk menderita dan mempertahankan tim, dan Filippo Inzaghi sungguh bermain dengan oke pada pertandingan itu, namun kami mesti meraih kemenangan.”
“Aspek mental tersebut sangatlah penting bagi kami, kami tidak boleh meremehkan laga ini. Kami mesti bertanding semacam di kompetisi Frosinone, yang sebagaimana tim bermain dengan sikap dewasa dan masih tetap memiliki tanggung jawab,” kata Allegri.

Jelang Barcelona kontra Atletico Madrid

Pekan keenam La Liga Spanyol bakal dilangsungkan pada pertengan pekan ini. Barcelona dengan Atletico Madrid bakal menjadi rival yang termasuk gampang. Sedangkan Real Madrid mesti menjalani kompetisi kontra Sevilla
Barcelona yang bakal menjalani kompetisi ke Estadio Municipal de Butarque yang merupakan markas dari Leganes. Kompetisi ini bakal menjadi tempat balas dendam Barcelona sebab pada akhir mingu lalu mereka ditahan seri kontra Girona 2-2.
Dengan melihat Leganes sekarang ini terdapat kedudukan juru kunci dan masih belum satu kalipun berhasil memberikan kemenangan pada musim ini, bukan tidak mungkin mereka baka menjadi bulan-bulanan Lionel Messi dengan rekan serim lainnya yang mau tetap mempertahankan diri pada posisi puncak klasemen sementara.
Perolehan rekor yang diraih Barcelona kontra Leganes pun 100% berhasil menang di empat pertemuan terakhirnya. Bahkan terhadap dua pertemuan pada musim kemarin, Barcelona kerap sanggup menorehkan tiga gol.
Yang tidak berbeda jauh dengan Atletico Madrid yang bakal menjalani kompetisi kontra Huesca. Penampilan Atletico mungkin masih belum sebagus Barca ataupun klub Madrid. Mereka berada di posisii 5 dan telah merasakan kekalahan pada saat kontra Celta Vigo.
Akan tetapi, Huesca juga bukanlah klub yang dapat memberikan kejutan terhadap Atletico lebihnya lagi kompetisi ini dilangsungkan di Wanda Metropolitano. Huesca yang berada pada peringkat 17 klasemen sementara menjalani kompetisi kompetisi terakhir dengan meraih kekalahan, hal itu bukanllah mustahil pada saat berhadapan dengan tim sekaliber Los Colchoneros.
Yang sama halnnyaa dengan cerita Madrid. Karim Benzema dengan setimnya bakal memperoleh rival yang termasuk dalam cukup kuat yaitu Sevilla. Walau pada musim ini Sevilla termasuk dalam belum konsisten, namun mereka sering membuat sulit Madrid.
Di pertemuan terakhir kedua tim di ajang La Liga, Sevilla sanggup untuk meraih kemenangan dengan perolehan skor 3-2. Bahkan El Real tidak pernah meraih kemenangan di tiga pertemuan terakhir di Ramon Sanchez Pitzjuan pada seluruh pertandingan yang sebelumnya sudah kalah 2 kali dan 2 kaki mengalahkan dan 1 seri). Kompetisi di markas Sevilla nanti bakal menjadi ujian yang tidak gampang.

Aura Liverpool Berubah Kalah Kontra Real Madrid

Aura Liverpool mengalam perubahan usai mengalami kekalahan ketika kontra Real Madrid di babak pertandingan final Liga Champions dan sekarang the Reds yakini mereka ada pada di antara jajaran klub elite Eropa, bagi penilaian John Aldridge.
Tidak terdapat banyak yang memperkirakan tim Jurgen Klopp bisa melaju sampai ke babak puncak pada musim kemarin, lebihnya lagi kampanye Eropa mereka digelar dari babak play-off.
Akan tetapi, mereka berhasil melakukan kejutan pada perjananan mereka sampai ke Kiev, dengan berhasil mengusir Manchester City dan AS Roma pada babak sebelumnya.
Namun, sangat disayangkan kalau mereka berakhir dengan pahit, dengan berlangsung sesuai Los Blancos meraih trofi paling bergengsi pada pertandingan antarklub Eropa itu untuk kali ketiganya secara berturut-turut.
Namun, usai itu aura positif yang dimiliki Liverpool terus berlangsung hingga saat ini, dengan berhasil meraih tujuh kemenangan konsekutif pada seluruh pertandingan yang dijalani.
“Terdapat perubahan mental pada skuad Liverpool yang merupakan didikan dari pelatih Jurgen Klopp pada musim ini dan hal tersebut tak cuma berkat pemboyongan pemain yang mereka rencanakan pada tahun lalu,” terang mantan penyerang Aldridge.
“Saya yang telah memperhatikan cara tim ini berkenanlan dengan bisnis mereka dan mereka masih belum sampai pada bentuk terbaik menurut penilaian saya, mereka ialah sebuah tim yang mempunyai keyakinan mengalir pada darah mereka yang memperlihatkan jika mereka sudah bersiap untuk melangkah ke babak selanjutnya.
“Liverpool yang mengalami kekalahan pada babak final Liga Champions ketika kontra Madrid di Kiev di bulan Mei kemarin dan kita semua yang mencintai kubu ini merasakan rasa sakit akan kekalahan itu, akan tetapi perjalanan di pertandingan Eropa sudah merubah aura tim ini.
“Para pemain ini yakin jika mereka ada di panggung terbesar, mereka tetap berharap agar dapat menjadi penantang dalam perebutan trofi besar dan paling penting, rival takut pada mereka saat ini.
“Pada saat Anda melihat tim Liverpool yang mengawali pertandingan pada musim kemarin dengan ketidakpastian dan membuat perbandingan dengan tim yang memenangkan kompetisi secara mengesankan pada bulan pertama musim ini, tentunya tim ini mengambil dua maupun tiga lompatan.”

Gol Yang Menodai Performa Arsenal di Liga Europa

Manajer klub Arsenal, Unai Emery, mengungkapkan kalau timnya nyaris sukses perform dengan baik disepanjang 90 menit bermainnya. Sangat disayangkan, dua gol Vorskla mesti merusak penampilan oke dari The Gunners.
Arsenal yang mengawali kiprahnya di ajang Liga Europa pada musim ini dengan perolehan tiga poin di markas mereka sendiri, yakni di Emirates Stadium. Dengan menjalani kompetisi kontra wakil Ukraina, Vorskla, Arsenal berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 4-2, Jumat (21/9/2018) dinihari WIB.
Sempat mengalami kesusahakn dalam mengecoh pertahanan Vorskla, Arsenal hingga akhirnya berhasil memecah kebuntuan di menit ke-32 melalui torehan gol Pierre-Emerick Aubameyang. Setelah itu, Arsenal dapat dengan gampang menciptakan kesempatan demi kesempatan yang ada.
Terdapat total 12 attempts yang dilakukan Arsenal dengan lima berhasil mengarah ke sasaran. Dan tiga gol tambahan yang dicetak Arsenal pada babak kedua. Dengan bermula dari gol Danny Welbeck pada awal babak, kemudian Aubameyang membuat gol keduanya yang dicetak Mesut Oezil.
Berhasil meraih keunggulan dengan perolehan skor 4-0, Arsenal yang sebenarnya dapat menambah gol lebih banyak lagi dengan melihat mereka masih memiliki waktu tersisa 15 menit. Akan tetapi, Arsenal yang akhirnya mengendurkan tekanan yang berhasil dimanfaatkan oleh Vorskla dalam menorehkan dua gol hiburan pada menit ke-76 dan ke-91.
Dua gol yang berhasil ditembak ke gawang Bernd Leno ini pun sedikit merusak penampilan sempurna Arsenal. Oleh sebab itu, Emery meminta kepada anak didiknya agar dapat lebih focus lagi disepanjang kompetisi dan tak menarik pedal gas sebelum mendengar peluit panjang berbunyi.
“Saya rasa kami sudah perform dengan oke selama 60 menit, sanggup untuk menggabungkan ide permainan kami dalam melawan mereka, bermain perlahan selama kompetisi dan kami sanggup untuk memenangi pertandingan untuk dapat menorehkan gol,” papar Emery.
“Dengan berhasil mencetak empat gol, saya rasa kami sudah berada pada posisi yang oke. Namun kami mau perform dengan lebih kompetitif selama 90 menit dan saya kira kami sudah terlalu banyak memberikan kesempatan rival pada 20 menit terakhir. Kami mesti menjadi lebih baik lagi,” lanjutnya.
“Rasa kecewa kami ialah dua gol yang berhasil dicetak oleh tim rival. Namun saya mau berpikir jika kami perform dengan mengesankan pada 60 menit pertama dan kami bakal terus bermain dengan gaya semacam itu,” tutup Emery.

Morata Perlu Cetak Gol Untuk Kembalikan Rasa Optimisme

Pelatih klub Chelsea Maurizio Sarri merasa puas dengan penampilan Alvaro Morata pada kompetisi kontra PAOK Salonika. Akan tetapi, Sarri mengatakan jika rasa optimisme yang dimiliki Morata sedang rendah.
Morata perform semenjak dari menit pertama ketika Chelsea menjalani kompetisi tandang ke kandang PAOK pada ajang matchday 1 Liga Europa. Pada kompetisi yang dilangsungkan di Stadio Toumbas, hari Kamis (20/9/2018) kemarin, yang dimana Chelsea berhasil meraih kemenangan dengan perolehan skor 1-0 tersebut, Morata memperoleh sejumlah kesempatan oke dalam mencetak gol.
Dengan berhasil selama 81 menit, Morata menjadi pemain Chelsea dengan berhasil melakukan penembakan yang terbanyak dengan berjumlah tujuh kali. Akan tetapi, tidak terdapat sepakannya yang berhasil mengarah ke gawang.
Tidak menorehkan gol pada kompetisi kontra PAOK, Morata pun belum dapat mengakhiri masa puasa golnya itu. Sampai saat ini, penyerang berkebangsaan Spanyol tersebut baru menorehkan satu gol yaitu ketika Chelsea meraih kemenangan dengan perolehan skor 3-2 ketika Arsenal menjalani kompetisi pada pekan kedua Liga Inggris.
Mengenai penampilan dari Morata ketika kontra PAOK, Sarri memberikan nilai positif. Akan tetapi, dirinya juga mengakui jika Morata memerlukan perolehan gol guna dalam mengembalikan rasa optimismenya.
“Alvaro yang mesti memperoleh rasa optimismenya dengan torehan satu, dua, maupun tiga gol. Saya tak dapat memberinya rasa optimisme itu,” papar Sarri.
“Pada kompetisi ini, dirinya telah berhasil memperoleh sebanyak tiga, empat kesempatan. Dirinya cuma kurang beruntung saja.”
“Saya berharap pada masa depan saya dapat memberinya bantuan, namun rasa optimisme dapat ditumbuhkan cuma dengan perolehan gol.”
“Saya juga mesti mengatakan jika mungkin untuk kali pertamanya pada musim ini Alvaro bersiap di kotak penalti. Dirinya yang mengejar bola dan aktif,” tutup Sarri.

Hirving Lozano Kembali diincar Real Madrid

Klub sepakbola Real Madrid memang terlihat masih belum akan terus berusaha untuk memboyong pemain incaran mereka yang bernama Hirving Lozano. Klub papan atas itu sekarang ini memang tengah hangat diberitakan akan berupaya untuk menyelesaikan transfer winger PSV Eindhoven secepat mungkin.
Sosok dari pemain Lozano ini memang sudah menarik banyak klub papan atas Eropa untuk memboyong dirinya. Dirinya yang berhasil memperlihatkan penampilan luar biasa dengan Timnas Meksiko pada Piala Dunia 2018 oleh karenanya memang ada banyak skuad yang mengincar jasa mereka.
Klub sepakbola Real Madrid juga memang mempunyai niat untuk memboyong pemain tersebut, dan sampai saat ini belum patah semangat untuk membeli Hirving Lozano. Mereka diberitakan akan kembali memberikan penawaran secepatnya kepada gelandang sesudah jendela transfer musim panas dibuka. Real Madrid ingin memboyong Lozano untuk gantikan sosok Cristiano Ronaldo yang pergi pada musim panas ini.
Dan memang dari manajemen Madrid memang sampai dengan detik ini masih merasa mereka masih tidak perlu untuk cari pengganti Ronaldo. Oleh karena itu mereka sekarang ini masih tak terlalu terburu-buru unruk memburu Lozano pada musim panas ini.
Namun Julen Lopetegui sekarang ini merasa skuad mereka harus membeli pemain papan atas yang baru untuk memperkuat skuad mereka. Dan oleh karenanya mereka putuskan untuk kembali memburu Lozano.
Real Madrid untuk memboyong pemain ini juga harus mengeluarkan dana yang besar lantaran sang pemain tak akan dijual jika pewaran yang masuk tidak sesuai dengan kemampuannya. Skuad yang dibela oleh lazano ini juga telah melabel harga untuk jumlah transfer dari Hirving Lozano. Mereka akan menjual pemain dengan harga yang tak kurang dari 70 juta euro.

Eric Bailly Pemburuan Arsenal Selanjutnya

Klub sepakbola Arsenal sekarang ini diberitakan mempunyai keinginan untuk perkuat lini pertahanan mereka pada musim dingin yang akan datang. Skuad yang berasal dari London Utara tersebut diberitakan sedang memburu pemain dari klub sepakbola Manchester United, Eric Bailly.
Menjadi pengganti dari pelatih Arsene Wenger, Unai Emery sekarang ini memang sudah memperlihatkan kemajuan yang positif dalam skuad Arsenal. Skuad yang mempunyai julukan sebagai Meriam London tersebut juga telah berhasil mendapatkan kemenangan pada ajang Liga Inggris, dimana sekarang ini mereka juga berhasil meruntuhkan Newcastle United dengan skor 2-1.
Walau mereka sudah memperlihatkan penampilan luar biasa, Emery diberitakan masih tak puas dengan barisan pertahanan dari The Gunners yang sekarang. Oleh karenya dirinya diberitakan mempunyai keinginan untuk memboyong bek baru dimusim dingin yang akan datang. Emery memang telah mempunyai beberapa kandidat untuk perkuat lini pertahanan mereka. Dirinya diberitakan ingin membeli Eric Bailly dari Manchester United.
Eric Bailly sendiri juga mempunyai reputasi menjadi salah satu bek muda dengan performa apik pada Liga Spanyol. Oleh karena itu setan merah melepasnya dengan harga transfer yang mencapai 30 juta pounds dari Villarreal pada tahun 2016 yang lalu.
Bailly sendiri juga berhasil memberikan penampilan apik dalam musim perdananya di Old Trafford. Dirinya yang selalu diturunkan oleh pelatih Jose Mourinho dalam starter di jantung pertahanan setan merah. Emery sendiri yang juga diberitakan telah membidik Bailly sejak dia menjabat sebagai pelatih Sevilla, oleh karenanya dirinya sangat ingin membeli pemain tersebut pada musim dingin yang akan datang.
Kesempatan dari Arsenal untuk membeli Eric Bailly memang bisa dikatakan cukup besar, lantaran sang gelandang yang diisukan mempunyai keinginan untuk hengkang dari Old Trafford.

Antoine Griezmann Berharap Dapat Memenangi Liga Champions

Antoine Griezmann telah berhasil mengangkat piala Piala Dunia 2018 dengan bersama Timnas Prancis. Liga Champions pun kini menjadi piala yang sangat dirinya inginkan untuk sekarang ini.
Semenjak dirinya menjadi bagian dari Atletico sejak tahun 2014 lalu, Griezmann telah berhasil ikut serta dalam trofi Piala Super Spanyol, Liga Europa, serta Piala Super Eropa. Namun, sang pesepakbola ini masih belum mencicipi dua trofi paling besar yang dapat dirinya peroleha pada level klub yaitu pada kompetisi ajang La Liga dan Liga Champions.
Usai berhasil meraih kejuaraan Piala Dunia 2018, Griezmann mempunyai harapan agar dapat meraih kemenangan trofi Liga Champions.
“Saya yang sangat sering mengharapkan agar dapat meraih kejuaraan Trofi Liga Champions. Pada saat melihat piala Liga Champions, saya seketika memiliki pikiran: berikutnya ialah giliran saya yang menjadi pemain yang mencicipi rasanya mengangkat trofi itu. Kami yang perform kurang maximal pada musim lalu,” paparnya.
Pada musim kemarin Atletico yang gagal di fase grup dan mau tak mau meesti turun level ke ajang Liga Europa. Hingga akhirnya mereka dapat meraih kejuaraan di level kedua eropa itu, namun tetap saja Griezmann merasa tak puas.
“Di dunia sepakbola Eropa Anda mengetahui banyak skuad yang dapat memberikan kesulitan kepadamu. Saya tak berada dalam kondisi terbaik dan mengalamai kegagalan dalam membantu tim. Bukan mengartikan saya ini kurang determinasi, yang lebih mengedepankan terhadap kepercayaan diri yang bermasalah. Saya yang mengalami kegagalan dalam menjadi diri sendiri di ajang Liga Champions pada tahun kemarin,” ujarnya.
“Namun, pada tahun ini saya sudah merasa hebat. Babak final bakal dilangsungkan di Wanda Metropolitano dan yang mengartikan di tiap kompetisi kandang bakal berlangsung dengan sangat luar biasa,” sambung eks penyerang Real Sociedad itu.
“Liga Champions, yang sedikitpun tidak adanya keraguan,” jawab Griezmann ketika diminta untuk memilih antara ajang Liga Champions ataupun pertandingan Liga Spanyol.
“Kami takkan bisa menghilangkan. Kami bakal tetap mencoba untuk meraih kemenangan di setiap kompetisi, tak perduli itu di liga domestik, Copa del Rey, Liga Champions maupun kompetisi manapun itu.”