Walau Menang, Gennaro Gattuso Tetap Melontarkan Kritikan

AC Milan berhasil meraih kemenangan lagi di ajang pertandingan Liga Italia. Setelah mereka berhasil mengalahkan Chievo dengan perolehan skor akhir 3-1, Rossoneri masih dikritik oleh Gennaro Gattuso.
Dua gol yang dicetak oleh pemain Gonzalo Higuain dengan Giancomo Bonaventura berhasil membuat tim Milan unggul terlebih dahulu 3-0 ketika kontra Chievo yang digelar di San Siro, pada har Minggu (7/10/2018) malam WIB. Akan tetapi, Milan yang akhirnya melakukan kesalahan sampai menyebabkan tim rival dapat meminimalisir kedudukan.
Rossoneri yang pada akhir pertandingan berhasil unggul dengan skor 3-1. Dan ini merupakan kemenangan beruntun yang pertama milik timnya di ajang Seri A pada musim 2018/2019 usai di minggu kemarin dibantai habis oleh Sassuolo 4-1.
Walau sekarang sudah berhasil meraih tiga kemenangan secara berturut-turut yang juga meliputi ketika kalahkan Olympiakos, Gattuso masih saja mempunyai sejumlah kritikan terhadap pemainnya. Diantaranya ialah kesalahan yang berakhir gol bagi tim rival, yang juga membuat Milan belum pernah mendapatkan clean sheet pada musim ini.
Hal lainnya, Milan dianggap masih kurang oke di sisi kiri lapangan. Situasi yang yang kontras pada bagian sisi kanan sebagaimana Suso beroperasi. Pemain sayap berkebangsaan Spanyol tersebut mencetak tiga assist pada pertandingan semalam.
“Tim ini dapat memperoleh kesempatan dan kami sebetulnya dapat meraih kemenangan yang lebh baik dengan kemampuan yang dimiliki Hakan Calhanoglu, yang berhasil membuat banyak kesempatan untuk Higauin. Namun hal tersebut tidak cukup tajam untuk saat ini,” papar Gattuso.
“Kami mesti mengembangkan performa di bagian sisi kiri, yang dimana kami lebih kuat pada musim kemarin. Franck Kessie yang menjalani pertandingan dengan di bawah performa terbaiknya pada babak pertama dan tidak begitu dinamis hari ini. Namun, saya menyukai tim ini bermain dengan lebih melebar,” lanjut dia.
Kemenangan kontra Chievo masih belum bisa membuat Milan meloncat secara signifikan pada jajaran klasemen Liga Italia. Mereka sekarang berada pada peringkat ke-10 dengan mengantongi 12 poin. Milan, yang masih tersisa satu kompetisi, dan berselisih tiga poin dari Lazio yang menghuni di peringkat terakhir zona Liga Champions.

Manchester City vs Liverpool Imbang, Josep Guardiola Puas

Josep Guardiola yang tampak sudah berpuas hati dengan perolehan hasil kacamata 0-0 yang diperoleh pada pertandingan yang mempertemukan Manchester City dengan Liverpool. Dapat mencapai hasil clean sheet di anfield dikatakannya sebagai sebuah pencapaian spesial.
Tak ada satu golpun yang sukses dicetak oleh kedua tim Liverpool dengan Manchester City ketika keduanya bertemu di Anfield, pada malam tadi. Dengan berlangsung relatif seimbang, pertandingan antar kedua tim penghuni posisi puncak klasemen itu berakhir 0-0.
Manchester City mestinya dapat membawa pulang kemenangan jika saja Riyad Mahrez dapat mengeksekusi penalti dengan baik pada lima menit sebelum kompetisi berakhir. Walau akhirnya hanya membawa pulang satu angka, Pep tampak sudah puas.
“Kami yang bermain dengan lebih memberikan perlawanan dan mengontrol pemain rival dan juga melakukan serangan balik yang dilakukan dari tiga pemain rival. Pemain belakang kami melakukan tugasnya dengan sempurna baik dan kami menikmati sejumlah masa-masa yang mewajibkan kami membangun dari bawah. Namun kami tidak banyak membuat peluang. Sudah mendapatkan hasil yang bagus,” kata Pep.
Mengenai pemain trio lini depan Liverpool, Guardiola telah mengatakan amat mewaspadai mereka. pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut bahkan mengaku dirinya takut dengan trio tersebut. Dikarenakan itulah imbang tanpa gol dikatannya sudah merupakan sebuah pencapaian yang membuatnya puas.
“Kami mencoba untuk memperoleh kemenangan dan kami tak kejebol di Anfield merupakan suat hal yang luar biasa. Kami sukses menciptakan kesempatan dan kami sudah berhasil menjadi diri kami sendiri.”

Laju Buruk Josep Guardiola Melawan Juergen Klopp Terus Berlanjut

Liverpool kontra Manchester City pada babak lanjutan Liga Inggris dengan hasil akhir imbang. Laju buruk dari pelatih Josep Guardiola ketika dirinya melawan Juergen Klopp pun terus berlanjut.
Pertarungan antara Liverpool dengan The Citizens di kompetisi yang digelar di Anfield, Minggu (7/10/2018) malam WIB berakhir dengan hasil seri tanpa torehan gol. Tim tamu yang tak berhasil memanfaatkan peluang emas dalam menorehkan gol usai eksekusi penalti yang dilakukan Riyad Mahrez pada menit ke-86 gagal berbuah gol.
Dengan kegagalan ini, membuat Guardiola pada empat kompetisi tidak pernah berhasil mengalahkan tim didikan dari Klopp. Dengan rinci, Guardiola sudah alami tiga kali kekalahan dan satu kali berakhir seri.
Dengan catatan yang dilansir Opta, Guardiola hanya satu kali saja berhaisl meraih kemenangan pada delapan pertandingan terakhir melawan Klopp. Empat pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan, dan tiga lainnya berakhir seri.
Kemenangan yang berhasil diraih Guardiola melawan Klopp diperoleh ketika Manchester City berhasil membantai Liverpool dengan lima gol tanpa balas di kompetisi yang digelar Etihad Stadium pada musim kemarin.
Pada sepanjang kariernya yang menjadi sang peracik strategi, Guardiola telah sebanyak 15 kali melawan Klopp. Lima kemenangan yang sukses diperoleh, delapan kompetisi berakhir dengan hasil kekalahan, dan dua lainnya berakhir dengan hasil seri.
Tim didikan dari pelatih Guardiola berhasil menciptakan sebanyak 21 gol dan telah kejebol sebanyak 24 gol. Yang merupakan kekalahan paling besar Guardiola dari Klopp pada pertandingan yang berakhir skor 0-3. Guardiola alami satu kali ketika membesut Bayern Munich, ketika itu Klopp menjadi manajer di tim Borussia Dortmund.
Satu kekalahan dengan hasil akhir 0-3 ditorehkan di pertandingan Liverpool melawan Manchester City di babak perempatfinal Liga Champions pada musim kemarin yang digelar di Anfield.

Gawang Barcelona Kembali Kejebol Lagi

Barcelona yang gagal meraih kemenangan setelah bertanding dengan hasil akhir seri kontra Valencia. Pada kompetisi itu, Barca lagi-lagi berhadapan dengan kondisi yang pada musim ini cukup sudah kerap terjadi yakni kejebol terlebih dahulu.
Barcelona yang cuma memperoleh satu poin ketika bertanding di kandang Valencia pada babak lanjutan Liga Spanyol. Dengan bermain di Mestalla, Senin (8/10/2018) dini hari WIB, Barcelona memperoleh hasil akhir imbang 1-1.
Pada kompetisi itu, Barcelona telah kejebol ketikaa kompetisi baru berlangsung dua menit. Ezequiel Garay yang berhasil membobol gawang Barcelona melalui sundulan kepalanya usai memanfaatkan peluang dari sebuah tendangan sudut.
Barcelona setelah itu menorahkan gol balasan pada menit ke-23. Lionel Messi mengakhiri kerja sama satu-dua bersama Luis Suarez dengan sepakan terjang dari luar kotak penalti dalam merubah perolehan skor menjadi imbang 1-1.
Bagi Barca, kondisi dimana mesti mengembalikkan keadaan sering mereka alami pada musim ini. Dari sebanyak delapan kompetisi di ajang Liga Spanyol yang telah dijalani mereka, terdapat empat kompetisi yang sebagaimana Barca kejebol terlebih dahulu.
Dari empat kompetisi itu, dua kompetisi berakhir dengan perolehan kemenangan, ketika kontra Real Sociedad dan juga tim Huesca. Sedangkan dua kompetisi lainnya berakhir dengan hasil seri yang sebagaimana kontra Athletic Bilbao dan Valencia.
Sedangkan pada kompetisi berhadapan dengan Girona di minggu kelima, Barcelona yang sempat unggul terlebih dahulu namun justru akhirnya kejebol dua gol dan tertinggal. Akan tetapi mereka sanggup untuk menorehkan dua gol balasan yang dicetak Gerard Pique dan memaksakan hasil seri 2-2.
Seringnya Barcelona kejebol terlebih dahulu kian menguatkan jika rapuhnya lini pertahanan dari tim didikan Ernesto Valverde itu. Gawang mereka telah alami kejebolan sebanyak sembilan gol pada delapan kompetisi yang dilakoni.
Angka tersebut sangat berbeda jauh kalau dibandingkan pada musim kemarin. pada ajang pertandingan Liga Spanyol 2017/2018, Barcelona hanya kejebol sebanyak tiga gol pada delapan kompetisi pertamanya.
Hasil seri di kandang Valencia juga berhasil memperpanjang puasa kemenangan Barcelona. Mereka sekarang ini sudah tercatat tak meraih kemenangan pada empat kompetisi terakhir di ajang pertandingan Liga Spanyol dan sudah merelakan posisi puncak klasemen.

Andrew Robertson : Pertarungan Sengit di Liga Inggris

Pada ajang pertandingan Liga Inggris pada musim ini memperlihatkan pertarungan sengit dari antar tim. Liverpool yang menolak tanggapan tentang jika pertandingan Premier League 2018/2019 sekarang ini hanya antara tim mereka dengan tim Manchester City.
Pertadingan antara Liverpool kontra Manchester City yang dengan berakhir perolehan skor akhir kacamata. Manchester City yang tak berhasil meraih kemenangan usai pemainnya Riyad Mahrez gagal dalam mengeksekusi penalti di pertandingan menit ke-86.
Pada kompetisi lainnya, Chelsea berhasil meraih kemenangan yang meyakinkan ketika mereka menjalani kompetisi kontra Southampton. Dengan perolehan hasil tersebut, Manchester City, The Blues, dan juga Liverpool sekarang ini mengantongi poin yang sama banyak, yakni total 20 angka.
Pemain bek Liverpool, Andrew Robertson, beranggapan jika pertandingan klasemen sekarang ini memperlihatkan seberapa sengitnya pertarungan di ajang Liga Inggris pada musim ini.
“Kami yang merasa jika kami ikut bertanding dengan seluruh semua tim, namun terdapat sejumlah orang yang mengabaikan tim lain dan mengatakannya sebagai sebuah balapan dua kuda, padahal tidak semacam itu,” papar Robertson.
“Kami yang menjalani kompetisi kontra Chelsea pada minggu kemarin, yang menjadi sebuah kompetisi yang sangat mengesankan. Mereka berhasil menorehkan laju luar biasa.”
“Anda lihat tim semacam Arsenal, dengan pelatih baru sukses memperoleh hasil luar biasa menjadi jalannya masih panjang dan bakal terdapat banyak tim yang akan bertarung. Namun, kami berharap menjadi salah satu diantara banyak tim itu,” sambung dia.

Xherdan Shaqiri Ungkap Laga Vs Napoli

Gelandang Serang dari klub sepakbola Liverpool, Xherdan Shaqiri meminta agar skuadnya ini bisa untuk tampil dengan kompak pada waktu menjalani laga yang akan melawan Napoli. Shaqiri menilai jika skuad Napoli merupakan lawan yang benar-benar sulit sehingga mereka harus bermain dengan kolektivitas yang tinggi supaya mereka dapat memperoleh kemenangan.
Liverpool juga akan kembali menjalani laga di Liga Champions. Mereka akan menjalankan laga kedua di grup C nanti malam dimana mereka akan melawan klub sepakbola Napoli di San Paolo. Dan hal ini memang bukanlah yang pertama kali klub sepakbola Liverpool berhadapan dengan skuad Napoli dimusim ini. Pada sesi pra musim yang lalu, The Reds juga berhasil untuk menumpas I Partenopei dengan skor akhir yakni 5-0.
Walaupun mereka memiliki track record yang sangat bagus, Xherdan Shaqiri juga mengungkapkan jika skuadnya ini memang tak dapat meremehkan lawan mereka Napoli ini. “Kami memang harus datang kesana dengan kepercayaan diri yang tinggi supaya bisa mendapatkan hasil yang bagus,” papar Shaqiri.
Shaqiri juga sangat yakin jika skuad The Reds ini memang harus memperlihatkan penampilan yang luar biasa untuk kondisi prima bila mereka ingin mendapatkan tiga poin dari Naples. Shaqiri mengungkapkan jika skuad Napoli merupakan sebuah skuad yang juga lawan yang benar-benar kuat oleh karenanya skuad Liverpool pasti akan sulit bila mereka tak bisa memperlihatkan penampilan yang optimal sejak awal laga.
“Kami memang harus memperlihatkan penampilan yang dengan mentalitas yang tepat disana, yakni mentalitas untuk menjuarai laga kali ini. Bila terdapat satu pemain yang tak bermain dengan 100%, maka saya tak akan percaya jika kami dapat memperoleh kemenangan disana.”
“Kami memang harus bermain disana dengan penuh kepercayaan diri yang tinggi. Kami juga harus coba untuk mendominasi laga dan Cuma dengan melakukan cara yang seperti ini kami baru dapat menjuarai laga kali ini.” Tutup Xherdan Shaqiri.

Antonio Valencia Tetap Dukung Jose Mourinho

Kapten dari klub sepakbola Manchester United, Antonio Valencia menepis isu yang berhubungan dengan isu yang mengungkapkan jika sederet pemain yang mulai tidak sealur dengan manajer Jose Mourinho. Valencia pastikan jika para pemain masih 100 persen memberikan dukungan kepada Mourinho.
Manchester United mendapatkan hasil buruk pada empat laga terakhir dalam sederet kompetisi. Setan Merah memang tak berhasil mendapatkan kemenangan dalam laga yang mereka jalani ini, dalam dua yang mereka jalani berakhir dengan hasil imbang dan dua pertandingan yang lainnya berakhir dengan kekalahan.
Hasil buruk yang mereka dapatkan ini juga, ditambah dengan isu dengan adanya konflik dengan sederet pemain penting, posisi dari Mourinho diungkapkan memang terancam. Sederet manajemen United memberikan kesempatan untuk melengserkan manajer yang berasal dari Portugal itu.
Isu mulai tak sejalannya sederet pemain dengan Mourinho sekarang ini memang kembali memanas. Namun, Antonio Valencia dengan tegas menepis isu tersebut. Sang kapten juga pastikan jika tak terdapat perpecahan di ruang ganti United.
Sederet pemain yang diungkapkan memiliki hubungan buruk dengan Mourinho antara lain, Paul Pogba, Alexis Sanchez sampai dengan Valencia. Namun, Valencia juga pastikan ia masih berada dibelakang Mourinho dan tetap sepenuhnya mendukung dirinya.
“Seratus persen [mendukung manajer Mourinho]. Ia merupakan bos dari kami, kami memang harus berjuang bersama dirinya dan kami pasti akan bertarung,” tutur Valencia.
“Saya memang tak pernah memiliki masalah dengan siapapun, saya berterima kasih kepada Tuhan. Keputusan [siapa] kapten skuad memang merupakan hak dari pelatih dan kita akan melihat hal tersebut dengan positif. Kami memang harus segera tatap pertandingan selanjutnya,” sambungnya.
Dan menepis isu yang sedang melanda skuadnya ini, Antonio Valencia lebih bahagia berbicara mengenai pertandingan yang berhadapan dengan Newcastle dipekan ke-8 Premier League. Valencia memang sangat berharap mereka dapat memperoleg hasil luar biasa dan momen untuk bangkit kembali.

Lionel Messi Top Skor, Ronaldo Masih Nol

Pemain sepakbola yang bernama Lionel Messi sekarang ini sukses menambah dua gol dalam matchday kedua babak grup Liga Champions musim 2018/19. Dan dengan perolehan tambahan dua gol yang dirinya dapatkan ini, maka untuk sementara Messi berhasil duduk pada top skor dengan berhasil mendapatkan 5 gol.
Dua gol yang dibobol oleh Messi pada waktu dirinya membela skuad Barcelona meladeni jamuan tuan rumah Tottenham dalam pertandingan yang diadakan di Wembley. Dua gol yang dibobol oleh Messi, berhasil mengantarkan skuad Barca mendapatkan kemenangan dengan skor 4-2 atas Spurs.
Dan pemain yang berada dibawah Lionel Messi terdapat tiga pemain yang berhasil membobol hattrick dalam matchday kedua yaitu Edin Dzeko, Neymar dan juga Paulo Dybala.
Dzeko berhasil membobol hattrick pada saat skuad Roma berhasil mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 5-0 atas Viktoria Plezen. Dan untuk Dybala menciptakan trigol pada saat skuad Juventus berhasil mendapatkan kemenangan pada saat berhadapan dengan skuad Young Boys. Dalam matchday pertama, kedua pemain tidak berhasil membobol gol.
Sama seperti Dzeko dan Dybala, Neymar juga tidak membobol gol dalam matchday pertama. Namun pemain yang dengan nilai transfer termahal di dunia itu sukses membobol tiga gol pada waktu PSG sukses mengalahkan lawannya dengan skor akhir 6-1 atas Crvena Zvezda.
Dan untuk Cristiano Ronaldo, sang top skor pada musim lalu berbanding terbalik dengan Lionel Messi, sampai dengan sekarang ini dirinya masih belum berhasil membobol gol di Liga Champions. Ronaldo menerima kartu merah dalam laga matchday pertama pada waktu skuad Juventus berhadapan dengan Valencia di Mestalla.
Kartu merah yang dirinya dapatkan ini harus membuat kapten timnas Portugal absen dalam satu Juventus mendapatkan kemenangan dengan skor akhir 3-0 atas Young Boys. Ronaldo juga masih belum membobol gol untuk Juve di Liga Champions.

Manchester United Semakin Buruk Di Asuh Jose Mourinho

Start buruk yang dilakukan oleh klub sepakbola Manchester United dimusim ini memang masih terus berlanjut sesudah mereka kembali menelan pil pahit pada saat berhadapan dengan klub sepakbola West Ham dalam ajang Premier League. Skuad Setan Merah sekarang ini memang akan mungkin akhiri musim dengan buruk bila mereka tak dapat mengembalikan keadaan pada waktu dekat ini.
Salah satu sosok yang memang harus bertanggung jawab yakni manajer yang mengasuh mereka Jose Mourinho. Manajer yang berasal dari Portugal tersebut sampai dengan sekarang ini memang sudah gagal untuk kembalikan kejayaan klub walaupun dirinya telah berada disana dalam tiga musim.
Bersama dengan skuad Mourinho, skuad Manchester United memang tak terlihat tengah menuju ke arah yang baik. Malah kebalikan, masa kepemimpinan dari eks manajer Real Madrid dan juga Inter Milan tersebut terlihat dilanda dengan sederet masalah dan ketidakpuasan dari para anak asuhnya.
Sederet pemain dari skuad Setan Merah memang terlihat mengalami kemunduran pada saat dirinya diasuh oleh Mourinho. Mereka sulit untuk memperlihatkan permainan terbaik. Dan juga manajer Mourinho juga terlibat pertengkaran dengan salah satu anak asuhnya sehingga buat ruang ganti kian memanas.
Memang akan ada kemungkinan jika anak asuhnya yang mengalami kemunduran paling signifikan pada saat diasuh oleh Jose Mourinho, Anthony Martial pernah masuk sebagai pemain paling memberikan pengaruh untuk skuad Manchester United. Pemain yang berasal dari Prancis tersebut juga menikmati masa-masa produktif pada saat dirinya masih diasuh oleh manajer Setan Merah Louis van Gaal pada saat dirinya diturunkan menjadi striker.
Walaupun jadi pencetak gol paling banyak untuk skuad Manchester United sebelum datangnya Mourinho, eks pemain AS Monaco tersebut saat ini memang terlihat kesulitan. Kesempatan untuk Martial bermain menjadi striker terbatas sesudah datangnya Zlatan Ibrahimovic, oleh karenanya dirinya juga harus bergeser keposisi sayap kanan.

Neymar Da Silva Tak Anggap Penting hattricknya

Neymar Da Silva tak merasa jika hattrick yang berhasil dirinya ciptakan dalam pertandingan berhadapan dengan skuad Red Star Belgrade merupakan sebuah torehan yang sangat penting. Lantaran menurut Neymar sendiri, yang paling penting dirinya sukses mengantarkan skuad PSG memperoleh kemenangan.
PSG juga menjalani pertandingan matchday yang kedua Grup C Liga Champions pada musim 2018/19. Dalam pertandingan yang diadakan di Parc des Princes, PSG juga sukses mendapatkan keberhasilan dengan skor yang telak yaitu 6-1.
Dari enam gol yang berhasil didapatkan oleh anak asuh dari Thomas Tuchel, setengahnya memang berhasil dibobol oleh Neymar. Sementara, tiga gol yang lain memang masing-masing dibobol oleh Edinson Cavani, Angel Di Maria dan juga Kylian Mbappe.
Torehan hattrick yang didapatkan itu juga memang benar-benar spesial untuk Neymar Da Silva. Namun gelandang yang sekarang ini menginjak usia 26 tahun itu mengungkapkan jika dirinya tak merasa demikian. Bagi dirinya, hattrick tak akan lebih penting daripada kemenangan yang harus didapatkan oleh skuad PSG.
Dengan torehan tiga gol yang didapatkan ke gawang PSG, oleh karenanya Nemar sekarang ini memang sudah berhasil membobol 30 gol di Liga Champions. Neymar memang merasa senang dapat terus membobol gol dan merasa hal ini merupakan periode terbaik dirinya dalam musim 2018/19.
“Ya [permainan yang paling baik dari saya], sampai dengan sekarang ini. Namun hal ini memang bukan Cuma permainan yang terbaik saya, namun juga terbaik dari skuad ini. Tak penting dengan saya sukses membuat hattrick ataupun tidak,” papar Neymar.
“Saya Cuma menginginkan skuad PSG bisa mendapatkan kemenangan, walaupun pada waktu saya dapat membobol gol, saya mengakui jika saya memang akan lebih bahagia. Namun, kami sudah memainkan permainan yang lebih baik untuk sekarang ini. Kami sukses memperlihatkan keinginan untuk menang,” tuntas Neymar Da Silva.